Meski Pep Guardiola Pergi, Bayern Munchen Bakal Setia Pada Gaya Mainnya

Namun menurut gelandang Bayern Munchen Xabi Alonso, sang pelatih telah meninggalkan gaya main dan fondasi yang bakal bertahan lama di kubu Die Roten. Bagi Alonso, Pep adalah pelatih yang melampaui zaman.
Tidak mudah menjadi pelatih Bayern Munchen. Apalagi untuk Pep Guardiola. Ia datang setelah skuad Die Roten meraup treble winners bersama Jupp Heynckes. Ketika Pep dua kali gagal merebut Liga Champions, fans Bayern gelisah dan tak sedikit menilai sang pelatih asal Catalan tak sebaik pendahulunya. Belum lagi semangat tiki-taka yang dibawa Pep ke dalam tim.
Namun Xabi Alonso membela Pep Guardiola. Dituturkannya kepada Goal, Pep menyukai tim yang bisa mengontrol pertandingan. Ia berpikir, demikianlah cara terbaik untuk menang. Ketika Anda memiliki penguasaan bola, normalnya Anda akan lebih banyak menciptakan peluang dan lebih sedikit terancam.
Saya datang di tahun kedua setelah Pep melatih. Jadi, saya tidak bisa menggambarkan banyak hal berubah sejak kehadiran Pep di Bayern. Tapi, satu yang pasti, selama berada di sini, Pep membangun sebuah gaya main yang membuat kami (para pemain Bayern) banyak belajar dan berkembang. Tentu saja, gaya yang dibangun Pep tersebut akan sangat berguna di masa yang akan datang.
Bayern Munchen meraih treble di tahun terakhir Jupp Heynckes. Kini, bukan tidak mungkin mereka melakukannya lagi di tahun terakhir Pep Guardiola. Xabi Alonso tidak mau membahas kebetulan tersebut, tetapi ia menegaskan, skuad Die Roten sepakat untuk memberikan gelar yang pantas untuk sosok sehebat Pep.
Kami mesti memberikan ucapan selamat berpisah yang pantas pada Pep. Ia akan pergi denga cara terbaik, dan tiga tahun masa kepelatihannya di Bayern Munchen akan dikenang sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah klub.

marcanuevaes.com angka keluar sgp Sumber: Sidomi