Kemenpora Tak Danai Tim Transisi?

Wartono, mengungkapkan bahwa selama ini tidak ada budget pendanaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Masing-masing anggota Tim Transisi, lanjutnya, harus memakai uang pribadi untuk menjalankan tim yang mulanya dibentuk untuk mengambil-alih kendali persepakbolaan nasional setelah PSSI dibekukan tersebut.
Saya melihat memang ada ketegasan yang harus diambil pemerintah. Ketika diberi kekuasaan kepada Tim Transisi, kekuasaan ini yang harus full diberikan kepada kita, ungkap Cheppy T. Wartono di Jakarta beberapa waktu lalu.
Cuma faktanya kan memang, contoh sederhana saja, kita kan tidak punya budget. Kita mau menyusun apapun semua dari kocek sendiri, bebernya.
Cheppy T. Wartono mengakui bahwa kinerja Tim Transisi selama ini memang tidak maksimal. Namun, imbuhnya, hal tersebut disebabkan karena Kemenpora atau pun pemerintah tidak memberikan wewenang yang lebih luas kepada Tim Transisi.
Persoalannya bukan berapa lamanya (waktu yang dibutuhkan untik memperbaiki kondisi). Persoalannya seberapa besar kekuatan itu diberikan kepada Tim Transisi. Kalau kami dikasih amunisi, kekuasaan, kami ambil sikap yang tegas dari awal, sudah selesai setahun kemarin, tandas Cheppy T. Wartono.
Kami tidak punya kekuatan itu sehingga yang kami lakukan sebatas menganalisa, mengevaluasi, menyusun rencana jangka panjang seperti apa, kemudian pelaksanaannya, harus siapa yang melaksanakannya, darimana dimulainya, seperti itu, lanjutnya.
Kami hanya pelaksana saja, kami ditugaskan, kami sudah siapkan dan kami sudah susun semuanya, tapi kami bukan eksekutor, tutur Cheppy Wartono.

marcanuevaes.com situs judi poker online terpercaya Sumber: Sidomi