Rupiah Naik Tipis Didorong Pelemahan Dolar AS

Rimanews – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak menguat 14 poin menjadi Rp12.155 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.169 per dolar AS. “Mayoritas data AS yang di bawah ekspekstasi memicu pelemahan dolar AS sehingga membuka ruang untuk penguatan bagi rupiah,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (29/10). Baca Juga Rupiah dan IHSG kompak melemah Jokowi: Redenominasi Rupiah Perlu Waktu 7 Tahun Dampak Kenaikan The Fed, IHSG dan Rupiah Terkoreksi Rupiah Melemah 47 Poin dari Penutupan Kemarin Ia mengemukakan data “durable goods” AS yang masih di bawah ekspekstasi menambah kekhawatiran tentang ekonomi nomor satu dunia itu. Departemen perdagangan AS merilis pesanan “durable goods” September menurun 1,3 persen. “Kondisi itu memunculkan ekspekstasi bahwa the Fed diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunganya (Fed rate) sebelum pertengahan 2015 di tengah data ekonomi AS yang beragam,” katanya. Menurut dia, jika the Fed masih mempertahankan suku bunga rendahnya untuk waktu yang belum dipastikan maka reaksi pasar kemungkinan akan melepas dolar AS. Di sisi lain, lanjut dia, data penjualan rumah tertunda AS untuk bulan September juga di bawah prediksi pasar, hanya mengalami kenaikan 0,3 persen dibanding ekspekstasi sebelumnya 1,1 persen. Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menambahkan menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dan beberapa data AS yang bervariasi membuat dolar AS mengalami depresiasi. “Kendati demikian, laju penguatan kurs rupiah masih terbatas seiring dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diperkirakan tertunda,” katanya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : RUPIAH , Keuangan , Ekonomi

Sumber: RimaNews